11 November 2012

Bersahabat dengan Hujan

Musim hujan sudah tiba. Bumi yang kering sejak 6 bulan yang lalu perlahan-lahan mulai mengalirkan air ke sungai-sungai, memberi kehidupan pada jutaan makhuk di atasnya. Tetes yang pertama begitu dinanti-nanti namun lama-lama banyak yang berkeluh kesah. Siapa lagi kalau bukan manusia. Memang sudah menjadi kodrat bahwa manusia tidak pernah puas, tempatnya salah dan lupa. Saat kering minta hujan, namun ketika hujan turun minta dikeringkan.

Coba lihat di sekitar Anda, seberapa banyak orang yang mulai mengeluh. Acara yang direncanakan gagal karena hujan, sakit karena flu, jalanan becek, banjir, atap rumah bocor, listrik PLN padam, tidak ada tukang ojek, atau cucian tidak kering-kering. Apakah Anda termasuk di dalamnya? Semua itu memang bisa saja terjadi akibat hujan. Dan kita akan selalu merasa dirugikan jika tidak bisa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Hujan adalah nikmat yang tak ternilai dari sekian banyak nikmat yang tak akan pernah bisa kita hitung jumlahnya.

Allah menurunkan hujan agar pepohonan tumbuh di bumi. Dari pepohonan itu muncul buah-buahan sebagai rezeki untuk makhluk lainnya termasuk manusia. Namun kadang manusia hanya berpikir sesaat, tidak mendalami apa yang ada di balik semua itu. Saat acara bepergian gagal karena hujan misalnya, itu menunjukkan bahwa Allah memberikan kesempatan untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga di rumah.

Agar kita bisa menikmati datangnya hujan, kita harus bisa bersahabat dengannya. Kita harus bisa beradaptasi. Bagaimana caranya? Tergantung pada aktivitas yang kita lakukan. Pengendara sepeda motor harus selalu siap dengan jas hujan kemanapun pergi. Bagi yang punya acara padat jangan membuat janji bertemu dengan rekan bisnis, kolega, atau meeting terlalu sore. Orang yang rentan terkena flu harus selalu siap dengan obat-obatan terutama di rumah. Lalu yang tinggal di lingkungan rawan banjir harus selalu memeriksa selokan dan saluran air, jangan sampai tersumbat atau mampat. Dan bagi ibu-ibu yang takut cuciannya tidak kering harus selalu rajin menasihati anak-anaknya agar hemat dalam berpakaian dan mengalihkan permainan yang menyebabkan kotor lebih banyak. Bagaimana ketika banjir datang?

Datangnya hujan sama sekali tidak untuk mempersulit manusia, justru memudahkannya. Oleh karena itu agar kita tidak merasa dipersulit, kita harus bisa bersahabat dengan hujan.

2 comments

Betul sekali, kadang kita sering berpikir sepihak yang akhirnya menyalahkan keadaan, padahal kita sendiri yang salah.

Mari kita selalu bersyukur agar nikmat yang diberikan Allah semakin bertambah.


EmoticonEmoticon