Saya suka ngebut, itulah anggapan sebagian besar orang terdekat saya. Memang benar saya menyukai kecepatan di jalan raya. Ada sensasi tersendiri ketika saling menyalip dengan pengendara lain, saat menarik gas sampai habis, dan saat memiringkan sepeda motor di tikungan. Kecepatan 80 km/jam bagi sebagian orang sudah cukup cepat, tapi bagi saya itu kecepatan minimal, kecuali saat bersama anak dan istri. Banyak orang selalu mengingatkan saya agar jangan ngebut. Saya hanya tersenyum dan dalam hati saya berkata "kalau bisa cepat mengapa memilih lambat"?
Ngebut memang bisa berbahaya jika dilakukan tanpa perhitungan dan konsentrasi. Sudah banyak orang celaka karenanya bahkan tidak sedikit yang hingga kehilangan nyawa. Saya ngebut bukan berarti menantang maut. Ada beberapa hal yang membuat saya selalu ingin bersepeda motor dengan kecepatan tinggi.
Ngebut lebih konsentrasi. Ketika saya berada di jalan raya dengan kecepatan tinggi, saya bisa lebih konsentrasi dengan sepeda motor, jalan raya, pengendara lain, dan pengguna jalan lainnya. Klakson, rem, lampu sein, dan spion bisa dipikirkan dengan fokus, sehingga reflek bisa lebih cepat. Jika lambat, kadang pikiran saya kesana-kemari, memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan dan membayangkan hal-hal yang seharusnya tidak dibayangkan. Akibatnya jadi melamun, dan ini lebih berbahaya.
Ngebut menghilangkan kantuk. Jika ngebut, rasa kantuk bisa saya hindari karena pikiran lebih fokus ke sepeda motor dan jalan raya. Jika lambat, hembusan angin yang masuk melalui celah-celah helm, membuat mata saya cepat ngantuk. Jadi, saya lebih suka cepat di jalan, daripada membahayakan diri dan orang lain karena ngantuk.
Ngebut menghemat waktu. Jelas, ngebut bisa menghemat waktu. Slogan "lebih cepat lebih baik" bisa dijadikan dalih bagi yang suka ngebut di jalan raya. Kenyataannya memang demikian, ngebut bisa membuat waktu di jalan raya lebih singkat, sehingga bisa melakukan aktivitas lainnya dengan lebih cepat pula.
Ngebut bukan berarti menantang maut. Saya memang suka ngebut tapi bukan berarti saya menantang maut. Segalanya selalu saya perhitungkan. Kondisi sepeda motor, jalan raya, keramaian lalu lintas, dan kelengkapan berkendara lainnya seperti helm, jaket, dan sarung tangan menjadi pertimbangan pertama. Ngebut bukan bermaksud mengabaikan keamanan dan keselamatan diri pribadi dan orang lain.
Itulah alasan saya suka ngebut di jalan raya. Apakah Anda juga suka ngebut seperti saya atau lebih suka alon-alon asal kelakon?
Ngebut memang bisa berbahaya jika dilakukan tanpa perhitungan dan konsentrasi. Sudah banyak orang celaka karenanya bahkan tidak sedikit yang hingga kehilangan nyawa. Saya ngebut bukan berarti menantang maut. Ada beberapa hal yang membuat saya selalu ingin bersepeda motor dengan kecepatan tinggi.
Ngebut lebih konsentrasi. Ketika saya berada di jalan raya dengan kecepatan tinggi, saya bisa lebih konsentrasi dengan sepeda motor, jalan raya, pengendara lain, dan pengguna jalan lainnya. Klakson, rem, lampu sein, dan spion bisa dipikirkan dengan fokus, sehingga reflek bisa lebih cepat. Jika lambat, kadang pikiran saya kesana-kemari, memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan dan membayangkan hal-hal yang seharusnya tidak dibayangkan. Akibatnya jadi melamun, dan ini lebih berbahaya.
Ngebut menghilangkan kantuk. Jika ngebut, rasa kantuk bisa saya hindari karena pikiran lebih fokus ke sepeda motor dan jalan raya. Jika lambat, hembusan angin yang masuk melalui celah-celah helm, membuat mata saya cepat ngantuk. Jadi, saya lebih suka cepat di jalan, daripada membahayakan diri dan orang lain karena ngantuk.
Ngebut menghemat waktu. Jelas, ngebut bisa menghemat waktu. Slogan "lebih cepat lebih baik" bisa dijadikan dalih bagi yang suka ngebut di jalan raya. Kenyataannya memang demikian, ngebut bisa membuat waktu di jalan raya lebih singkat, sehingga bisa melakukan aktivitas lainnya dengan lebih cepat pula.
Ngebut bukan berarti menantang maut. Saya memang suka ngebut tapi bukan berarti saya menantang maut. Segalanya selalu saya perhitungkan. Kondisi sepeda motor, jalan raya, keramaian lalu lintas, dan kelengkapan berkendara lainnya seperti helm, jaket, dan sarung tangan menjadi pertimbangan pertama. Ngebut bukan bermaksud mengabaikan keamanan dan keselamatan diri pribadi dan orang lain.
Itulah alasan saya suka ngebut di jalan raya. Apakah Anda juga suka ngebut seperti saya atau lebih suka alon-alon asal kelakon?

1 comments so far
sama om saya juga suka ngebut, bahkan kalo gak ngebut saya malah jadi ngelamun dan gak konsen. hampir semua point dari alasan yang om tulus itu benar namun ada faktor lain yaitu apes.
semoga kita bisa menghindari yang nama nya apes dengan selalu menjaga kondisi kendaraan seperti ban, rem dan atribut penunjang lain nya.
salam ngebut
EmoticonEmoticon