Tanggal 9 Nopember kemarin saya diajak teman menonton Skyfall, film terbaru agen rahasia Inggris, James Bond. Tanpa pikir panjang saya langsung meng-iya-kan. Saya penasaran dengan aksi Daniel Craig dalam film yang disebut-sebut sebagai film versi baru dari semua film James Bond yang pernah dirilis. Apa memang benar demikian? Saya menonton berempat. Tiba di Rajawali21 Purwokerto, saya agak terkejut sebab halaman parkir hampir penuh, tidak seperti biasanya.
Skyfall merupakan film ketiga Daniel Craig sebagai James Bond. Sebelumnya ia membintangi Casino Royale (2006) dan Quantum of Solace (2008). Masuknya Daniel Craig menggantikan sosok Pierce Brosnan sebagai James Bond sempat menuai kritik dari para penggemar kisah agen 007 itu. Disebabkan Craig berambut pirang dan bermata biru, berbeda dengan karakter tokoh pada novel karangan Ian Fleming yang merupakan sumber cerita film tersebut. Namun justru itulah yang membuat film itu menjadi berbeda dan lebih menarik.
Skyfall berkisah tentang hancurnya M16 oleh serangan teroris yang ternyata adalah mantan anggtoa agen M16, Rauol Silva (Javier Bardem). Silva merasa telah dikhianati M (Judy Dench) pada saat menjalankan tugas di Cina, sehingga memutuskan membalas dendam dengan menghancurkan MI6 dan membunuh M. Akibat ulah Silva, seluruh Inggris mengalami kekacuan. James Bond mempunyai tanggung jawab untuk menyelamatkan M dan menangkap Silva dengan segala cara. Proses itu akhirnya mengantarkan mereka ke tempat asal Bond di Scotlandia yang diberi nama Skyfall.
Bagi para penggemar film action, Skyfall mungkin akan sedikit mengecewakan. Sebab, ciri khas aksi James Bond yang selalu dilengkapi dengan alat-alat dan persenjataan canggih sama sekali tidak muncul dalam film ini. Ia hanya dibekali pistol yang hanya bisa digunakan olehnya dan sebuah alat kecil pemancar sinyal untuk meminta bantuan. Adegan perkelahian dan kejar-kejaran mobil juga ditayangkan hanya beberapa scene. Bahkan, mobil yang digunakan Bond hanya Aston Martin DB5 buatan tahun1963 yang oleh M dikatakan tidak enak jalannya. Namun sekali lagi, itulah yang membuat film ini berbeda dengan sebelumnya.
Sang sutradara, Sam Mendes, sengaja menghadirkan sosok Bond yang bukan melulu superhero. Sisi kemanusiaannya bahkan lebih ditonjolkan, seperti kelelahan, kegundahan, kesepian, kemarahan dan balas dendam. Mengutip bahasa populer sekarang “galau”. Berbeda dengan film-film James Bond sebelumnya yang hampir selalu menang tanpa cacat. Menonton Skyfall tidak semata-mata menyaksikan kengerian aksi seorang mata-mata yang gemar bercinta, tetapi juga menonton drama yang terkadang juga membuat tertawa karena dialog tokoh-tokohnya.
Pada akhir cerita, M digantikan oleh Gareth Mallory (Ralph Fiennes). Peran Judy Dench sebagai M harus berakhir di film ini. Tentu saja, ini memastikan hadirnya nuansa James Bond yang lebih berbeda pada film-film selanjutnya. Kita tunggu saja.
Sumber: Wikipedia
Skyfall merupakan film ketiga Daniel Craig sebagai James Bond. Sebelumnya ia membintangi Casino Royale (2006) dan Quantum of Solace (2008). Masuknya Daniel Craig menggantikan sosok Pierce Brosnan sebagai James Bond sempat menuai kritik dari para penggemar kisah agen 007 itu. Disebabkan Craig berambut pirang dan bermata biru, berbeda dengan karakter tokoh pada novel karangan Ian Fleming yang merupakan sumber cerita film tersebut. Namun justru itulah yang membuat film itu menjadi berbeda dan lebih menarik.
![]() |
| Poster James Bond 007 - Skyfall 2012 |
Skyfall berkisah tentang hancurnya M16 oleh serangan teroris yang ternyata adalah mantan anggtoa agen M16, Rauol Silva (Javier Bardem). Silva merasa telah dikhianati M (Judy Dench) pada saat menjalankan tugas di Cina, sehingga memutuskan membalas dendam dengan menghancurkan MI6 dan membunuh M. Akibat ulah Silva, seluruh Inggris mengalami kekacuan. James Bond mempunyai tanggung jawab untuk menyelamatkan M dan menangkap Silva dengan segala cara. Proses itu akhirnya mengantarkan mereka ke tempat asal Bond di Scotlandia yang diberi nama Skyfall.
Bagi para penggemar film action, Skyfall mungkin akan sedikit mengecewakan. Sebab, ciri khas aksi James Bond yang selalu dilengkapi dengan alat-alat dan persenjataan canggih sama sekali tidak muncul dalam film ini. Ia hanya dibekali pistol yang hanya bisa digunakan olehnya dan sebuah alat kecil pemancar sinyal untuk meminta bantuan. Adegan perkelahian dan kejar-kejaran mobil juga ditayangkan hanya beberapa scene. Bahkan, mobil yang digunakan Bond hanya Aston Martin DB5 buatan tahun1963 yang oleh M dikatakan tidak enak jalannya. Namun sekali lagi, itulah yang membuat film ini berbeda dengan sebelumnya.
Sang sutradara, Sam Mendes, sengaja menghadirkan sosok Bond yang bukan melulu superhero. Sisi kemanusiaannya bahkan lebih ditonjolkan, seperti kelelahan, kegundahan, kesepian, kemarahan dan balas dendam. Mengutip bahasa populer sekarang “galau”. Berbeda dengan film-film James Bond sebelumnya yang hampir selalu menang tanpa cacat. Menonton Skyfall tidak semata-mata menyaksikan kengerian aksi seorang mata-mata yang gemar bercinta, tetapi juga menonton drama yang terkadang juga membuat tertawa karena dialog tokoh-tokohnya.
Pada akhir cerita, M digantikan oleh Gareth Mallory (Ralph Fiennes). Peran Judy Dench sebagai M harus berakhir di film ini. Tentu saja, ini memastikan hadirnya nuansa James Bond yang lebih berbeda pada film-film selanjutnya. Kita tunggu saja.
Sumber: Wikipedia

4 comments
Pasti menarik, sayang saya tisak bisa ikut nonton
Lain kali Pak bro, atau nunggu bajakannya keluar, hehehe....
ok tkp mau download dulu filmnya :)
Silakan, hehe... Saya biasanya download film di 300mbfilms.com
EmoticonEmoticon